Mark Zuckerberg mengguncang dunia setelah mendirikan Facebook pada tahun 2004. Facebook tak hanya mengubah cara orang berkomunikasi tetapi juga membuat pendirinya kaya raya. Apa rahasia sukses Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook?
Ada sejumlah kunci suksesnya yang ditelaah oleh para ahli pengembangan bisnis, 7 di antara adalah sebagai berikut:
1. Mimpi.
Facebook didirikan bukan secara kebetulan. Zuckerberg merancangnya mulai dari mimpi. "Kami membangun sesuatu yang kami pikir bagus. Kami ingin membantu orang berbagi foto, video, dan berbagi pesan satu sama lain," ujarnya.
2. Berpikir Besar
Meski awalnya "proyek" kampus, Zuckerberg, berpikir bahwa dengan Facebook cara berkomunikasi orang akan berubah. "Dengan memberi orang kekuatan untuk berbagi, kami membuat dunia lebih transparan," ujarnya.
3. Mulailah dari Kecil
Beruntunglah di zaman teknologi informasi ini karena suatu usaha bisa dimulai dari ukuran kecil tanpa kehilangan gema besarnya. Tak perlu menunggu modal besar untuk memulainya. Bisnis sukses seperti yang dilakukan Bill Gates (Microsoft) dan Steve Jobs (Apple) dimulainya juga dari kecil (garasi rumah). Begitu juga dengan Mark Zuckerberg yang mulai membangun Facebook dari kamarnya yang kecil.
4. Percaya pada Diri Sendiri
Memulai bisnis tentu bukan pekerjaan mudah. Namun bekal pengetahuan dan kemampuan bisa mempermudahnya. Percaya pada kemampuan diri sendiri menjadi hal paling penting. "Saya memulai bisnis website ketika masih 19 tahun. Saya tak tahu apa-apa soal bisnis. Tetapi kunci simpelnya adalah, jika kita memulainya dari sesuatu yang lebih mudah, kita pasti bisa membuat suatu progress (kemajuan)," katanya. Jadi mulailah dari hal yang paling mudah, jangan tinggal diam.
5. Ikuti Gairah
Pekerjaan apa yang membuat kita bergairah? Di situlah bakal sukses kita berada. Zuckerberg begitu menyukai duduk berlama-lama di depan komputer sejak anak-anak untuk membuat suatu program. Gairah itu ia pelihara hingga kuliah. Kendatipun ia drop-out, bukan berarti gairahnya berkurang. Justru ia makin tertantang hingga lahirlah Facebook.
6. Tekun dan Fokus
Fokuslah pada impian kita dan tekunlah mengerjakannya. Jangan cepat menyerah karena tak ada sukses yang didapat dengan mudah, termasuk prestasi ajaib yang diraih Zuckerberg dalam membangun Facebook. "Orang berpikir bahwa kami membangunnya seperti fiksi. Padahal kami harus bekerja keras. Kami duduk di depan komputer selama enam tahun untuk membuat kode," katanya.
7. Tak Perlu Takut Menghadapi Para Raksasa
Zuckerberg memulai Facebook dengan impian website itu akan jadi jantung industri internet. Padahal saat itu sudah ada raksasa yang sulit digoyahkan, yaitu Google. Namun selalu ada jalan baru, model baru, atau peluang baru yang belum digarap pihak lain. Karena itu tak perlu takut memulai hal yang baru dan bersaing menghadapi raksasa. Selama kita yakin apa yang dilakukan adalah sesuatu hal baru dan potensial menjadi raksasa, tak perlu takut memulainya. Keberanian adalah modal utama orang-orang sukses. Buktinya, meski sudah ada raksasan, Facebook tumbuh menjadi raksasa baru.
Nah, seperti apa impian Anda? Mulailah dari kecil, tekun menggarapnya, tetap jaga gairahnya, dan jangan takut bersaing. Sukses berada di depan kita
sumber : http://jejakorangsukses.blogspot.com/2012/01/7-rahasia-sukses-mark-zuckerberg.html
Music
Kamis, 17 Mei 2012
Rabu, 16 Mei 2012
Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia
Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, "Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?" "Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, "Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang".Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu daerah apakah itu Tuhan?" "O, itu," kata Tuhan, "itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni."Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, "Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya? " Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, until you see the idiots I put in the government." (tunggu sampai Saya menaruh 'idiot2' di pemerintahannya)
sumber : Terselubung
Rabu, 25 April 2012
Desain Aplikasi Mesin Minuman
Tampilan Interface Menu pada Monitor
Tampilan Mesin Minuman
Flowchart
Langkah - langkah kerja penggunaan mesin minuman
1. Tukarkan uang kertas dengan uang koin dengan nilai nominal Rp.2500
2. Setelah itu masukkan ke lima koin tersebut ke dalam mesin minuman ke tempat koin yang sudah disediakan.
3. Didalam tampilan menu interface terdapat tombol angka untuk memilih minuman yang akan kita pilih / di beli. Misalnya kita memilih tombol angka 5, maka minuman yang akan keluar adalah Fanta.
4. Setelah memilih tombol OK, maka minuman kaleng tersebut akan keluar di tempat pengeluaran minuman.
ANALISA DESAIN MESIN MINUMAN
A.
Faktor Psikologi
Di dalam desain mesin aplikasi kita
dimudahkan dalam suatu pembelian produk minuman dimana suatu konsumen hanya memasukan suatu koin lalu
jenis minuman yang kita inginkan akan keluar pada mesin minuman tersebut. Desain tampilan mesin minuman ini memberikan dampak psikologis yang baik, karena mesin tersebut sangat mudah di gunakan.
B.
Faktor Ergonomis
Meliputi
bagaimana tampilan interface pada penempatan menu-menu di mesin minuman
otomatis tersebut. Penempatan menu - menu pada halaman utama tersebut adalah
berisi tentang jenis – jenis minuman yang tersedia pada mesin minuman. Dimana setiap pembelian satu minuman kita
harus memasukan 5 koin dengan nominal Rp.2500. Penempatan tata letak sebuah objek pada tampilan
interface tersebut saya rasa juga sudah cukup baik. Penggunana warna background
pada menu tersebut menggunakan warna yang tidak terlalu mencolok dan merupakan kombinasi yang baik untuk tampilan sederhana dan tidak akan menjenuhkan pengelihatan pada
mata..
C.
Faktor Kecerdasan Buatan
Perancang tampilan menu interface ini sudah memberikan
konsep yang baik. Sesuai dengan tujuan untuk mempermudahkan konsumen dalam membeli
suatu minuman. Semua menu yang terdapat di dalam mesin minuman ini sudah jelas,
dimana kita harus menekan tombol sesuai nomor urutan minuman pada tampilan
interface. Serta penempatan peletakan koin dan tempat pengambilan minuman juga sudah baik peletakannya.
D.
Faktor Teknik Penulisan
Pada desain mesin apilikasi, interface
yang ditampilkan ukuran penulisan (font size) sudah dibuat dengan baik dan benar
tidak menggunakan ukuran penulisan yang terlalu kecil, tetapi tidak terlalu
besar juga. Untuk pewarnaan pada penulisan juga tidak menggunakan warna-warna
yang mencolok. Karena warna dapat
meningkatkan interaksi hanya jika implementasinya mengikuti prinsip dasar dari
penglihatan warna oleh manusia.
E.
Faktor Rekaya Perangkat Lunak
Desain mesin apikasi ini juga membuat tampilan menu yang simpel, minimalis, dan
jelas lansung tertuju kepada apa yang kita cari. Pada tampilan menu terdapat layar touchscreen yang memudahkan penggunanya dalam memilih minuman.
F.
Faktor Multimedia
Pada tampilan interface yang terdapat di LCD ada beberapa Animasi gambar serta screensaver yang digunakan adalah dimana pada tampilan desain terdapat
tulisan ucapan terimakasih atas pembelian produk.
Rabu, 28 Maret 2012
probabilitas
1.1 Konsep Dasar Sampling
1.1.1
Pengertian Populasi, Sampel, Parameter, dan Statistik
a.
Populasi
Populasi adalah seluruh objek yang ingin
diketahui besaran karakteristiknya. Atau Populasi juga bisa diartikan sebagai Jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu
yang karakteristiknya hendak diteliti. Dan satuan-satuan tersebut dinamakan
unit analisis, dan dapat berupa orang-orang, institusi-institusi, benda-benda,
dll.
b. Sampel
Sampel adalah bagian sebuah objek populasi yang
memiliki karakteristik sama dengan karakteristik populasinya, yang ingin
diketahui besaran karakterisitiknya. Pengertian Sampel menurut Wikipedia Sampel
merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti dipandang sebagai suatu
pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Sampel dianggap
sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang
diamati
Contoh soal penggunaan Sampel dan populasi :
Pimpinan
Bumi Mataram Supermarket ingin mengetahui tanggapan para pelanggan atas layanan
yang diberikannya, yaitu layanan pengiriman barang belanja. Untuk itu pihak
Bumi Mataram Supermarket meminta 50 orang pelanggan yang pelanggan yang
berkunjung pada minggu terakhir bulan Desember untuk mengisi sebuah daftar yang
memuat beberapa pertanyaan. Selanjutnya hasil akan digunakan untuk menaksir
tanggapan seluruh pelanggannya.
Dalam
contoh diatas Populasinya adalah seluruh pelanggan yang berkunjung selama
minggu terakhir bulan Desember. Sedangkan Sampelnya adalah kelimapuluh
pelanggan yang menerima daftar pertanyaan.
c. Parameter
Parameter atau lengkapnya parameter
populasi adalah ukuran-ukuran tertentu yang digunakan sebagai penggambaran
suatu populasi.
d. Statistik
Statistik atau statistik sampel adalah
ukuran-ukuran tertentu yang digunakan untuk suatu sampel.
1.1.2
Manfaat
Sampling
Berikut ini adalah
beberapa manfaat Sampling :
a. Menghemat biaya penelitian.
b. Menghemat waktu untuk penelitian.
c. Dapat menghasilkan data yang lebih akurat.
d. Memperluas ruang lingkup penelitian.
1.1.3 Metode Sampling
1.
Probability Sampling
a.
Simple Random Sampling
Sampling
acak sederhana adalah teknik pengambilan sampel dimana sampel diambil
berdasarkan tabel bilangan acak.
• Pengundian menggunakan nomor
anggota sebagai nomor undian
• Menggunakan table angka random
(bilangan acak) berdasarkan nomor anggota
Syarat
Penggunaan Metode Simple Random Sampling:
• Sifat populasi adalah homogen
• Keadaan anggota populasi tidak
terlau tersebar secara geografis
• Harus ada kerangka sampling
(sampling frame) yang jelas
·
Kebaikan : Prosedur
penggunaannya sederhana
·
Kelemahan:
Persyaratan penggunaan metode ini sulit dipenuhi
b.
Stratified Random Sampling
Sampling
stratifikasi adalah sebuah teknik pengambilan sampel dimana populasi di
bagi-bagi . populasi yang antar sub populasi heterogen. Karena sub populasi
heterogen, pada setiap sub polulasi ada yang diambil sebagai sampel
Syarat Penggunaan Metode
Stratified Random Sampling:
• Populasi mempunyai unsur
heterogenitas
• Diperlukan kriteria yang jelas
dalam membuat stratifikasi/lapisan sesuai dengan unsur heterogenitas yang dimiliki
• Harus diketahui dengan tepat
komposisi jumlah anggota sampel yang akan dipilih (secara proporsional atau
disproporsional)
·
Kebaikan : Semua
ciri-ciri populasi yang heterogen dapat terwakili
·
Kelemahan: Memerlukan
pengenalan terhadap populasi yang akan diteliti untuk menentukan ciri
heterogenitas yang ada pada populasi
c.
Cluster Sampling
teknik pengambilan sampel dimana pemilihan mengacu
pada kelompok bukan pada individu. Cara seperti ini baik sekali utk dilakukan
apabila tak terdapat atau sulit menentukan/menemukan kerangka sampel meski
dapat juga dilakukan pada populasi yg kerangka sampel sudah ada.
• Populasi dikelompokkan menjadi
sub-sub populasi secara bergrombol (cluster)
• Dari sub populasi selanjutnya
dirinci lagi menjadi sub-populasi yang lebih kecil
• Anggota dari sub populasi terakhir
dipilih secara acak sebagai sampel penelitian
2.
Non Probability Sampling
a. Quota
Sampling
Teknik sampling ini dilakukan dengan cara pertama-tama menetapkan berapa
besarnya jumlah sampel yang diperlukan. Biasanya yang dijadikan sample
penelitian adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memudahkan pula proses
pengumpulan data. Kemudian menetapkan
banyaknya jatah atau quotum, maka jatah atau quotum itulah yang dijadikan dasar
untuk mengambil unit sampel yang diperlukan .
·
Kelebihan : Mudah dan
cepat digunakan
·
Kelemahan: Penentuan
sampel cenderung subyektif bagi peneliti
b. Accidental
Sampling
Metode yang proses pengambilan sampelnya
cukup dengan mengambil siapa saja yang boleh observasi di lapangan sesuai
kebutuhan studi.
Dalam
penelitian bisa saja terjadi diperolehnya sampel yang tidak direncanakan
terlebih an secara kebetulan, yaitu unit atau subjek tersedia bagi peneliti
saat pengumpulan data dilakukan
· Kelebihan : Mudah dan
cepat digunakan
·
Kelemahan: Jumlah
sampel mungkin tidak representative karena tergantung hanya pada anggota sampel
yang ada pada saat itu
c. Purposive
sampling atau judgmental sampling
Penarikan
sampel secara purposif merupakan cara penarikan sample yang dilakukan memiih
subjek berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan peneliti berdasarkan ciri
atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya.
1.1.4
Konsep
Sampling
Berikut
ini adalah Konsep-konsep sampling :
a.
Unit sampling adalah suatu elemen atau
elemen-elemen atau unsur yang tersedia untuk dipilih menjadi anggota sampel
melalui bebrapa tahap proses sampling.
b.
Kerangka sampling adalah sebuah daftar
yang memuat seluruh unit sampling pada suatu tahap proses sampling. Kerangka
sampling dapat berupa, misalnya daftar mahasiswa yang terdaftar dalam semester
tertentu; daftar nama yang ada didalam buku telepon, dan lain sebagainya.
c.
Populasi kajian adalah keseluruhan objek
yang ingin diketahuigambarnnya yang dari populasi tersebut sampel secara nyata
akan diambil.
1.1.5 Proses Sampling
Beberapa tahap dalam
proses sampling adalah sebagai berikut :
a. Penentuan
populasi yang meliputi penetuan elemen, unit sampling, dan dimensi waktu
b. Identifikasi
kerangka sampling yang dari kerangka sampling tersebut sampel akan ditarik.
c. Memutuskan
ukuran sampel yaitu beberapa banyak elemen yang dipilih untuk menjadi anggota
sampel yang dipilih.
d. Pemilihan
prosedur sampling. Tepatnya bagaimana keputusan dibuat dalam menetapkan sampel
e. Pemilihan
sampel.
Kesalahan
Sampling dan kesalahan non-Sampling
1. Kesalahan
Sampling
Kesalahan
ini terjadi disebabkan oleh kenyataan adanya pemeriksaan yang tidak lengkap
tentang populasi dan penelitian hanya berdasarkan sample. Perbedaan antara
hasil sample dan hasil yang akan dicapai jika prosedur yang sama digunakan
dalam sampling juga sensus dinamakan kesalahan sampling. Cara mengontrol
kesalahan tersebut dengan jalan mengambil sample berdasarkan sample acak dan
memperbesar ukuran sample.
2. Kesalahan
Non-Sampling
Beberapa
penyebab kesalahan non sampling adalah:
a.
Populasi tidak didefinisikan sebagaimana
mestinya
b.
Populasi yang menyimpang dari populasi
yang seharusnya dipelajari
c.
Angket tidak dirumuskan sebagaimana
mestinya yang memenuhi standar validitas
d.
Istilah-istilah yang telah didefinisikan
kurang tepat atau dipergunakan secara tidak konsisten
e.
Para responden tidak memberikan jawaban
yang akurat.
f.
Kesalahan mencatat data, melakukan tabulasi
dan melakukan perhitungan
perhitungan
1.2
Distribusi Sampling
Distribusi
Sampling rata-rata adalah distribusi probabilitas untuk nilai-nilai yang dapat
terjadi dari rata-rata sampel yangdidasarkan pada sejumlah sampel tertentu.
apabila jumlah sampel n, rata-rata populasi µ, rata-rata sampel akan bervariasi
dari sampel ke sampel yang lain. Nilai harapan E(x) dan deviasi standar
distribusi rata-rata lebih dikenal dengan istilah kesalahan standar rata-rata.
1.
Konsep
dasar pengujian hipotesis
Dalam statistik, hipotesis
dapat diartikan sebagai pernyataan statistik tentang parameter populasi.
Statistik adalah ukuran-ukuran yang dikenakan pada sampel (x = rata-rata, s =
simpangan baku, s2 = varians, r = koefisien korelasi). dan parameter
adalah ukuran-ukuran yang dikenakan pada populasi (μ rata-rata, σ =
simpangan baku, σ2 = varians, ρ = koefisien korelasi). Dengan kata
lain, hipotesis adalah taksiran terhadap parameter populasi, melalui data-data
sampel. Penelitian yang didasarkan pada data populasi, atau sampling total,
atau sensus dengan tidak melakukan pengujian hipotesis statistik dari sudut
pandang statistik disebut penelitian deskriptif.
Terdapat perbedaan mendasar pengertian hipotesis menurut statistik dan penelitian. Dalam penelitian, hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Rumusan masalah tersebut bisa berupa pernyataan tentang hubungan dua variabel atau lebih, perbandingan (komparasi), atau variabel mandiri (deskripsi). Disini terdapat perbedaan lagi pengertian deskriptif dalam penelitian dan dalam statistik. Seperti telah dikemukakan, deskriptif dalam statistik adalah penelitian yang didasarkan pada populasi (tidak ada sampel), sedangkan deskriptif dalam penelitian menunjukkan tingkat eksplanasi yaitu menanyakan tentang variabel mandiri (tidak dihubungkan dan dibandingkan).
Terdapat perbedaan mendasar pengertian hipotesis menurut statistik dan penelitian. Dalam penelitian, hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Rumusan masalah tersebut bisa berupa pernyataan tentang hubungan dua variabel atau lebih, perbandingan (komparasi), atau variabel mandiri (deskripsi). Disini terdapat perbedaan lagi pengertian deskriptif dalam penelitian dan dalam statistik. Seperti telah dikemukakan, deskriptif dalam statistik adalah penelitian yang didasarkan pada populasi (tidak ada sampel), sedangkan deskriptif dalam penelitian menunjukkan tingkat eksplanasi yaitu menanyakan tentang variabel mandiri (tidak dihubungkan dan dibandingkan).
Dalam statistik dan penelitian
terdapat dua macam hipotesis, yaitu hipotesis nol dan alternatif. Pada
statistik, hipotesis nol diartikan sebagai tidak adanya perbedaan antara
parameter dengan statistik, atau tidak adanya perbedaan antara parameter dengan
statistik, atau tidak adanya perbedaan antara ukuran populasi dan ukuran
sampel. Dengan demikian hipotesis yang diuji adalah hipotesis nol, karena
memang peneliti tidak mengharapkan adanya perbedaan data populasi dengan data
sampel. Selanjutnya hipotesis alternatif adalah lawannya hipotesis nol, yang
berbunyi adanya perbedaan antara data populasi dengan data sampel.
2.
Uji Chi Kuadrat adalah
pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara :
frekuensi
observasi/yg benar-benar terjadi/aktual dengan frekuensi harapan/ekspektasi
Pengertian
Frekuensi Observasi dan Frekuensi Harapan
frekuensi observasi
(o) nilainya didapat dari hasil percobaan
frekuensi harapan (e) nilainya
dapat dihitung secara teoritis
Refrensi
:
Subiyakto, Haryono 1994 Statistik 2
Jakarta: Gunadarma
Iriawan, Nur Minitab 14 Yogyakarta:
Andi
Jumat, 09 Maret 2012
WEB ONLINE STORE
Pada pembuatan tugas WEB Online Store kali ini saya membuat sebuah desain web bursa jual-beli mobil secara online. pada pembuatan Desainnya saya menggunakan Aplikasi software Web Page Maker. Desainnya seperti gambar dibawah berikut :
http://www.gunadarma.ac.id
Keterangan Gambar :
http://www.gunadarma.ac.id
Menganalisa Sebuah WEB
Menganalisa
Web Layanan Penerbangan Lion Air Online
Saya
akan mencoba menganalisa Situs Resminya Lion Air yang beralamatkan http://www.lionair.co.id/default.aspx berikut diatas adalah tampilan
printscreen halaman utama pada web tersebut.
Saya akan menjabarkan hasil analisa web ini dalam beberapa faktor komponen
utamanya.
5 faktor komponen penunjang utamanya adalah :
1.
Faktor Psikologi
2.
Faktor Ergonomis
3.
Faktor Kecerdasaan Buatan
4.
Faktor Teknik Penulisan
5.
Faktor Rekayasa Perangkat Lunak
6.
Faktor Multimedia
A.
Faktor Psikologi
Di dalam situs ini kita bisa
mendapatkan semua informasi tentang Lion Air. Seperti Profile maskapainya,
layanan, Rute Penerbangan, berita terbaru dan promosi-promosi yang diberikan
oleh Lion Air, sampai jadwal penerbangan disertai dengan kisaran harga
tiket-nya.
Ketika pertama kali membuka situs Lion Air, kita mendapatkan kesan pertama yang baik mengenai situs tersebut. simpel, minimalis, lansung tertuju kepada informasi yang kita cari.
Ketika pertama kali membuka situs Lion Air, kita mendapatkan kesan pertama yang baik mengenai situs tersebut. simpel, minimalis, lansung tertuju kepada informasi yang kita cari.
B.
Faktor Ergonomis
Meliputi
bagaimana penempatan isi situs secara umum. Isi situs secara umum seperti ada
sebuah menu halaman utama, lalu ada isi dari content pilihan menu tersebut
seperti pemesanan tiket secara online melihat jadwal penerbangan dan isi-isi
lainnya. Penempatan tata letak sebuah objek pada situs tersebut saya rasa juga
sudah cukup baik. Penggunana warna background pada situs tersebut menggunakan
berwarna merah yang merupakan kombinasi yang baik untuk
tampilan sederhana dan tidak
akan menjenuhkan pengelihatan pada mata.
C.
Faktor Kecerdasan Buatan
Perancang web ini sudah memberikan konsep yang baik.
Sesuai dengan tujuan untuk memberikan informasi dan berita yang nyata. Semua
komponen yang terdapat didalam web ini sudah cukup jelas bagi user karena menu
yang disajikan sudah membuat para pembaca web ini dapat mengerti isi dari
berita yang di sampaikan
D.
Faktor Teknik Penulisan
Pada situs ini ukuran penulisan (font
size) sudah dibuat dengan baik dan benar. Dimana situs ini tidak menggunakan
ukuran penulisan yang terlalu kecil, tetapi tidak terlalu besar juga. Artinya
situs Lion Air ketika dibuka lalu tertuju kepada informasi yang kita cari.
Untuk pewarnaan pada penulisan juga situs ini tidak menggunakan warna-warna
yang mencolok. Karena warna dapat
meningkatkan interaksi hanya jika implementasinya mengikuti prinsip dasar dari
penglihatan warna oleh manusia.
E.
Faktor Rekaya Perangkat Lunak
Situs ini dapat
memberikan informasi ataupun pengetahuan bagi seseorang untuk mencari sesuatu
sehingga sebuah situs website harus
benar-benar bekerja sesuai dengan kebutuhan yang dapat memberikan informasi sehingga
situs ini menjadi segala sesuatu yang mudah dijangkau dalam pencarian
informasi. Pembuatan situs web ini juga membuat tampilan menu yan simpel,
minimalis, dan jelas lansung tertuju kepada informasi yang kita cari
F.
Faktor Multimedia
Tetapi ada sedikit kekurangan yaitu tidak adanya animasi gambar pada situs
ini sehingga gambar terlihat biasa saja.
NAMA : FAUZI ARIZAL
NPM : 22110651
KELAS : 2KB05
link gunadarma http://www.gunadarma.ac.id
link gunadarma http://www.gunadarma.ac.id
Langganan:
Postingan (Atom)





